fisik@net - http://www.sains.org/haki/
Sulit, Patenkan Gaun Pengantin
irz

SENAYAN - Rancangan gaun pengantin sulit dipatenkan. Padahal, banyak yang dijual di mancanegara. Demikian kata Ketua Asosiasi Pengusaha Gaun Pengantin dan Gaun Malam Indonesia dan Perlengkapannya (APPGINDO), Dewi Yanti Salim, di sela Jakarta Wedding Festival di Senayan, kemarin.

Menurut Dewi, kesulitan paten, sebab masih belum spesifiknya motif-motif hingga pemanis gaun. "Memang sudah ada desainer yang memiliki ciri khas, tapi tetap sulit mendapatkan registrasi dari HaKI," jelasnya.

Dia mencontohkan, produk-produk impor bermerk terkenal seperti Bulgari, Dolche Galbana hingga Eitiene Aigner begitu miudah dipalsukan. Harga tas asli antara Rp 5 juta hingga Rp 6 juta, tapi yang palsu hanya puluhan ribu

Kini anggota APPGINDO sekitar 80 desainer telah mendaftarkan nama dan logo perushaannya ke Departemen Kehakiman. "Registrasi hak paten ini dilakukan secara bertahap, sementara masih berfokus pada nama dan logo," ujarnya.

Ditanya prospek pemasaran gaun pengantin lokal, dia mengatakan, pasaran dalam negeri masih dominan. Dikatakannya, untuk pasaran luar negeri masih sulit karena terbentur dengan birokrasi yang panjang.

Sebagai realisasi menggaet pasaran dalam negeri, pihaknya akan konsisten menyelenggarakan pameran. Agendanya, yakni pameran di Mega Mall Pluit (Februari dan Oktober) dan Danapala Departemen Keuangan (Juni). (irz)

Sumber : Jawa Pos (16 Oktober 2004)


revisi terakhir : 27 November 2004