Sentra HaKI
» halaman depan
lihat situs sponsor
ARTIKEL HaKI REGULASI KEGIATAN
SITUS FORUM e-DATA KONTAK

Selasa, 27 Juni 2017  
 
 

Hak atas Kekayaan Ilmiah :
» daftar fenomena

Indah Rahayu Indra : Mematenkan Desain Batik Kayu
nri

Salah satu dari banyak sebutan bagi Yogyakarta adalah kota kerajinan. Barang-barang kerajinan dapat dengan mudah dijumpai di setiap sudut kota gudeg ini. Tak heran bila dinamisme dan perkembangan kerajinan di kota pelajar itu juga tinggi. Namun, yang tak juga dapat dihindari adalah peniruan produk kerajinan.

Menyadari potensi peniruan kerajinan di DI Yogyakarta tinggi, Indah Rahayu Indra, dirut CV Rizki Ayu House of Handicraft, mematenkan desainnya ke HAKI (Hak Atas Kekayaan Intelektual) pada 2003 ini. "Karena saya menyadari hal itu penting,"tutur wanita yang sudah dua periode menjadi Ketua Umum Asosiasi Eksportir dan Produsen Handicraft Indonesia (Asephi) DIY itu.

CV Rizki Ayu House of Handicraft yang dipimpinnya bergerak di bidang batik kayu.

Sebenarnya nenek maupun orang tuanya adalah perajin kain batik. Namun, alumnus fakultas ekonomi Universitas Islam Indonesia (UII) itu memilih menjalankan bisnis kain batik. Dari lima bersaudara, hanya Indah yang memiliki jiwa wiraswasta.

Anak keempat dari almarhum Dharomi Danusubroto dan Murdarti Danusubroto ini mengakui jiwa dagangnya mulai tampak sejak ia duduk di SMAN III Yogyakarta. Kala itu ia mempunyai hobi membuat tas dan aksesoris yang dipakai sendiri. Ternyata teman-temannya tertarik, lalu memesan dan membeli barang-barang tersebut.

Lama-lama wanita yang mengaku tidak pernah bercita-cita sebagai pengusaha ini tertarik pada dunia usaha batik. Selepas lulus kuliah pada 1993, Indah mulai mengikuti usaha orang tuanya. Ia dipercaya memegang bagian manajemen. Setahun kemudian, atas dorongan orangtuanya, ia membuka usaha kerajinan batik sendiri yang diberi nama Rizki Ayu. Ia mengelola usaha kain batik secara universal seperti baju tidur, baju pantai, dan lainnya.

Ada satu peristiwa yang membuat sejarah tersendiri bagi perjalanan usaha kain batiknya. Pada 1999 saat mengikuti pameran di Jakarta, Indah menggunakan topeng batik hasil produksi temannya sebagai interior ruang pamer. Ternyata topeng batik itu menarik perhatian pembeli yang memesan dalam jumlah besar. Karena temannya tidak dapat memenuhi banyaknya pesanan itu, akhirnya Indah membuat dan mengembangkan topeng batik sendiri dengan desain yang lain.

Itulah kejadian yang membuat pemimpin redaksi majalah Handicraft Indonesia itu beralih ke usaha batik kayu. "Jadi, ada pasar dulu baru saya mengembangkan kerajinan batik kayu," tutur ibu dari Rizki Ayu Avilla dan Deva Megan Rizal.

Walaupun menjalankan usaha batik kayu, wakil ketua Asephi pusat itu tidak meninggalkan usaha kain batik. Sekitar 25 persen produknya masih berupa kain batik khusus melayani pesanan.

Baginya, membantik kain dengan membatik kayu berbeda. Maka itu ia tetap menggunakan tenaga pembatik kain dengan menyuruh mereka belajar batik kayu. Ternyata, tuturnya, perajin kain batik menghasilkan batikan yang lebih halus.

Indah berharap, rezeki yang didapat dari usahanya ini tetap cantik. Maksudnya, usahanya tetap berkembang. Maka ia memakai kata Rizki Ayu sebagai nama perusahaannya yang diambil dari nama anak sulungnya.

Dari CV Rizki Ayu House of Handicraft, isteri Nazir Indra Sakti ini sudah mengekspor produk batik kayu, yang sebagian besar dibuat oleh perempuan perajin, ke berbagai dunia di antaranya Prancis, Inggris, Jepang, Amerika Serikat, dan Singapura. Sedangkan untuk pasar lokal, ia mengirimkannya ke Jakarta, Bali, dan Batam. Indah juga sering mengikuti pameran kerajinan internasional di Jakarta, Prancis, Berlin, Belanda, Jepang, dan Singapura.

Untuk mengembangkan kerajinannya Indah mengandalkan pada desain, pewarnaan, finishing, dan tetap menjaga kualitas. Karena itu, walaupun produknya ditiru oleh orang lain, dia tidak mempermasalahkannya. "Karena saya bukan perajin kayu yang pertama dan saya yakin produk saya lebih baik daripada yang meniru," kata Indah optimistis.

Sumber : Republika (5 Februari 2003)

» kirim ke teman
» versi cetak
revisi terakhir : 28 Januari 2005

 
LIPI

MAILING-LIST

daftar keluar




BERITAHU TEMAN



 
  » Penghargaan
  » Cara link
  » Mengenai kami
 
AKSES PENGELOLA

  username :
 
  password :
 

 
 
  Dikelola oleh TGJ LIPI Hak Cipta © 2000-2017 LIPI